Mata anak-anakku adalah langit.. tempat matahari melengkung pelangi. Mata anak-anakku adalah kabut.. terlukis gerimis sore hari. Mata anak-anakku adalah surga, yang kucipta dalam rumah cinta penuh warna ...
Tampilkan postingan dengan label Diary Mama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary Mama. Tampilkan semua postingan
Apakah Cantik itu Menguntungkan?
Seorang teman menulis dalam blognya, “Apakah cantik itu menguntungkan?” Hmmm... Jadi ingat cerita seseorang, katanya: “Kalau ada dua gadis yang sama-sama pintar, satu cantik dan satu jelek maka yang akan sukses justru yang jelek.”
Tidak Ada Lagi Gadis Perawan
Iya! Aku punya sepupu laki-laki yang selalu bilang dia hanya mau menikah dengan gadis yang masih perawan. Kemarin dia meneleponku, katanya dia mau berubah pikiran. Waktu aku mengucap selamat karena kupikir dia sudah sadar, dia bilang “Marji, aku berubah pikiran karena tidak ada lagi gadis-gadis yang masih perawan.”
Itu petikan percakapan Marji, tokoh dalam buku Embroideries karya Marjanne Satrapi. Sebuah buku komik dewasa tentang percakapan khas perempuan. Gambarnya sederhana tapi lucu, mampu menggambarkan semua adegan secara pas.
Indahnya Persahabatan
Kalimat itu terngiang terus belakangan ini. Sepertinya ditulis oleh Torey Hayden dalam bukunya, Sheila, yang dipinjamkan seorang teman padaku.
Di tengah kehangatan dan kebaikan teman dan sahabat, aku merasa hidup itu dilimpahi syukur. Dan itu kuungkapkan pada dua sahabat tadi, hari ini.
True Love: Limited Edition
True love is a limited edition. Only the lucky few man and woman who found it.
Kalimat itu mencelos dari lubuk hati, sepekan silam. Ketika seorang teman yang jauh lebih tua, berkisah tentang love story-nya. Tahun 1972, ia mengejar seorang gadis cantik, idaman banyak lelaki, terkenal, atlit dan penyanyi. Hari ini, gadis itu menjadi ibu dari tiga anak dan dua cucunya.
Kamu Anak Siapa?
Apakah hanya orang-orang yang berasal dari keluarga terpandang saja yang bisa memiliki kepercayaan diri (PD) tinggi?
Pertanyaan itu menggantung di benakku cukup lama. Sejak tiga-empat tahun lalu barangkali. Suatu pagi di acara bertema lingkungan di Kafe Dedaunan, Kebun Raya Bogor. Salah satu tokohnya adalah putri seorang figur publik di bidang politik, Des Alwi. Saya lupa nama putrinya. Ia tampil begitu PD, berani berhadapan dengan siapa saja, akrab dengan siapa saja. Mungkin semua yang hadir di situ mengenalnya sebagai anak seorang tokoh terkenal yang berpengaruh di zamannya.
Cinta dan Seks
Email itu dikirim seorang sobat. Subyeknya, “Love is Unseen”. Ketika aku mencoba membahas isi email itu dengan seorang teman lelaki, dia mengeluh. “Belum makan siang, lu udah ngajak diskusi soal cinta!”
Belum lama berselang, kepada seorang teman lelaki lain, aku sempat menanyakan kehidupan cintanya. Dia menjawab, “Pertanyaanmu terlalu casual,” dan dia tak mau menjawabnya.
Aku: Si Itik Bodoh
Huaaa! Akhirnya sempat ngeblog juga!
Ini postinganku pertama di tahun 2012 ini. Ampun, sejak Desember kemarin semua proyek mengalir tiada henti, nyaris tidak menyisakan waktu buat bersantai barang sejenak dua jenak (duh tuh istilah!).
Dan di tengah kesibukan itu, mendadak saya seperti tersedot mesin waktu ke masa silam. Beberapa teman SMA mengontak, mengajak bernostalgia. Teman yang sekian belas tahun tak bersua. Lalu berkat Facebook dan YM, teman-teman SMP kembali menyeruak ikutan meramaikan kesibukan saya belakangan ini.
Majalah Wanita: Patriarki
Sebelum bekerja di sebuah media massa, saya sempat melamar ke sebuah majalah wanita ternama di republik ini. Semua tes tulisan sukses saya lalui dengan lancar. Bahkan selalu jadi yang pertama keluar ruangan. Tiba kemudian tes lisan akhir, dimana saya harus berhadapan langsung dengan tim redaksi serta diawasi langsung oleh sang pemimpin redaksi, yang kebetulan juga istri dari pemimpin redaksi majalah berita ternama juga.
Perempuan: Miskin dan Bodoh
Prolog: Tulisan ini saya persembahkan buat kaum perempuan sedunia, yang saya harap tidak akan pernah menjadi miskin dan bodoh lagi. Terutama untuk para remaja putri yang baru menyadari bahwa dirinya berbeda dengan kaum Adam. Ya, dunia memang tidak pernah adil bagi kita. Maka pintarlah mengakalinya, sista!
I Love My Body
Sad but true. Sebuah eksperimen dilakukan. Anak-anak berkulit hitam dihadapkanp ada dua jenis boneka, hitam dan putih. Lantas ditanyakan: "Boneka mana yang menurut kamu cantik?"
Si anak usia 4 tahun menunjuk boneka putih. "Lalu boneka mana yang mirip denganmu?" Si anak menunjuk boneka hitam dengan ragu dan ekspresi sedih. Semua anak yang terlibat dalam riset tersebut berpendapat bahwa boneka kulit putih itu cantik, boneka hitam itu jelek. Yang memilukan adalah anak-anak Balita itu sadar diri bahwa dirinya jelek dan harus menerima kenyataan pahit itu.
Semua Bisa!
"Single parent? Wah, berat sekali ya?"
Kalimat itu banyak dilontarkan lawan bicara saya begitu tahu kondisi saya yang sesungguhnya. Dengan berbagai variasi pastinya. Saya jadi merasa aneh, hmm berat ya jadi single parent alias orang tua tunggal? Lantas saya mencoba menganalisa.
Membunuh Emosi
Membunuh emosi. Itulah yang harus sering dilakukan oleh perempuan bekerja. Idiom yang mengatakan bahwa perempuan lebih dikendalikan emosi daripada lelaki memperkuat tekad kami untuk membunuh emosi. Sebab dalam bekerja, seringkali kami harus menekan emosi sebisa mungkin agar tidak terkesan menyek-menyek atau cengeng.
Bagi seorang perempuan bekerja yang sudah berkeluarga, ini perjuangan tersendiri. Tidak tega meninggalkan anak di rumah, harus jadi Si Ratu Tega untuk absen dalam acara keluarga, mengabaikan rasa rindu saat dinas ke luar kota, sensitivitas memuncak kala PMS, dan sejenisnya.
Untuk perempuan yang single parent, perlu ekstra perjuangan sebab tak ada orang berbagi feeling mengenai itu semua. Thanks God, kadang teman dan oran terdekat masih bisa diandalkan untuk urusan satu ini. Tapi kadang gengsi lebih mengalahkan sebab takut dicap sebagai perempuan lemah nan cengeng.
Akhir pekan harus membenahi urusan teknis pekerjaan yang amburadul. Terpaksa bawa-bawa si Kecil berburu akses Internet akibat akses di rumah sedang dodol. Kill your feeling or just stay hungry with you child, jobless.
Awas, Saya Galak!
Bukan satu dua kali, saya disapa di Yahoo Messenger (YM) dengan kalimat pembuka agak takut-takut oleh ID tak dikenal.
“Semoga Mbak ngga galak ya,” Itu salah satunya.
Hahahaha! Saya galak? Bagi pembaca blog ini mungkin ada kesan demikian. Padahal teman-teman yang sudah kenal saya berabad-abad di dunia maya dan baru ketemu sekali di Bandung bilang, “Kamu tidak seperti tulisanmu,”.
“Semoga Mbak ngga galak ya,” Itu salah satunya.
Hahahaha! Saya galak? Bagi pembaca blog ini mungkin ada kesan demikian. Padahal teman-teman yang sudah kenal saya berabad-abad di dunia maya dan baru ketemu sekali di Bandung bilang, “Kamu tidak seperti tulisanmu,”.
Jurnalis Gombal
Dulu, saya bercita-cita ingin jadi jurnalis idealis. Wartawan perang. Membela kebenaran. Berjuang di daerah konflik. Melaporkan fakta. Menyampaikan amanat rakyat. Kalau perlu, bersimbah darah. Ditawan. Seperti kisah di media-media itu. Jurnalis ditawan. Jurnalis ditembak. Jurnalis jadi pahlawan.
Sibuk? Hmmm....
"Halo, lagi sibuk?"
Sapaan yang standar, terlalu sering dipakai oleh siapa saja. Biasanya saya agak bingung menjawab. Sibuk??? Kalau menurut Sinchan si anak kecil nakal karakter komik Crayon Sinchan, semua orang selalu sibuk. Sibuk bersantai, sibuk tidur, sibuk makan, sibuk bernapas, sibuk nonton TV, sibuk membaca, sibuk cari pacar, dan seterusnya.
Bisanya saya akan menjawab basa-basi di atas dengan: "Biasa aja". Ya gimana lagi, saya suka bingung mendefinisikan kata sibuk dalam hidup saya.
Sapaan yang standar, terlalu sering dipakai oleh siapa saja. Biasanya saya agak bingung menjawab. Sibuk??? Kalau menurut Sinchan si anak kecil nakal karakter komik Crayon Sinchan, semua orang selalu sibuk. Sibuk bersantai, sibuk tidur, sibuk makan, sibuk bernapas, sibuk nonton TV, sibuk membaca, sibuk cari pacar, dan seterusnya.
Bisanya saya akan menjawab basa-basi di atas dengan: "Biasa aja". Ya gimana lagi, saya suka bingung mendefinisikan kata sibuk dalam hidup saya.
Nikmatnya Single Mom...
Menjadi single mom sebuah kutukan? Sama sekali bukan. Justru itu semacam "kawah candradimuka" yang jika sukses dilalui oleh seorang perempuan akan menjadi kebanggaan tersendiri.
Tulisan ini saya tujukan bagi sesama single mom di seluruh dunia. Bukan untuk memotivasi perempuan menjadi single mom, tapi bagi mereka yang sudah terlanjur menjadi single mom, apa salahnya merasa bangga dengan status itu? Mengapa? Ini ada 7 nilai plus seorang single mom. Semua saya tulis berdasar pengalaman pribadi saya.
Cita-citaku: Jadi Robot!
Maka ia pun pergi ke Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang kebetulan memiliki anak perusahaan bioteknologi. Perusahaan ini memproduksi robot-robot yang menyerupai manusia dengan teknologi Artificial Intelligent (AI) alias kecerdasan buatan. Semua robot itu diprogram sedemikian rupa menyerupai manusia. Bahkan sedang dikembangkan bagaimana agar para robot bisa memiliki perasaan.
Ia bertemu seorang profesor pakar AI. “Jangan sesekali menciptakan robot dengan perasaan. Kasihan mereka akan tersiksa. Biarkan robot-robot itu seperti apa adanya,” ujarnya. Sang profesor tak habis pikir bagaimana perempuan itu bisa beropini demikian.
Woman is Superwoman
S
udah agak lama, seorang teman lelaki curhat tentang anaknya yang sakit. “Aku ngga tidur semalaman. Jagain anak yang demam. Kasihan istriku, seharian dia yang jaga kalau aku kerja,” keluhnya. “Malam dia masih begadang juga kadang. Ngga kebayang pas anakmu sakit Kamu kan single parent.”
“Iya, aku malem begadang, tidur-tidur ayam, paginya kerja. Hehehe,” jawabku santai.
“Gimana kamu bisa tahan?” Ia bertanya bingung. “Aku yang lihat istriku kecapaian aja sudah ikut stress.”
Aku hanya tertawa. “Tuhan memberi EXTRA POWER pada setiap perempuan, khususnya para ibu. Jadi ya santai saja,” jawabku.
udah agak lama, seorang teman lelaki curhat tentang anaknya yang sakit. “Aku ngga tidur semalaman. Jagain anak yang demam. Kasihan istriku, seharian dia yang jaga kalau aku kerja,” keluhnya. “Malam dia masih begadang juga kadang. Ngga kebayang pas anakmu sakit Kamu kan single parent.”
“Iya, aku malem begadang, tidur-tidur ayam, paginya kerja. Hehehe,” jawabku santai.
“Gimana kamu bisa tahan?” Ia bertanya bingung. “Aku yang lihat istriku kecapaian aja sudah ikut stress.”
Aku hanya tertawa. “Tuhan memberi EXTRA POWER pada setiap perempuan, khususnya para ibu. Jadi ya santai saja,” jawabku.
Kiat Supeworman Irit
Memang dasarnya Superwoman, maka perempuan tidak boleh cengeng menghadapi krisis seperti saat ini. Ongkos silakan naik, BBM silakan melambung tinggi, tapi Superwoman harus tegar dan penuh kiat menghadapinya.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan Superwoman dalam memerangi badai krisis:
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan Superwoman dalam memerangi badai krisis:
Langganan:
Postingan (Atom)



















