Mendidik Anak Paska Perceraian

Ketika langkah cerai terpaksa ditempuh, rasa bersalah terhadap anak mungkin menghinggapi Anda, karena sebagai orangtua Anda merasa tak dapat melakukan yang terbaik untuk mereka, yaitu mempertahankan perkawinan Anda. Memang tak dapat dipungkiri bahwa perceraian berpotensi merusak kehidupan anak.
Perceraian mengakibatkan anak terpaksa berpisah dengan salah satu orangtua, dan kehidupan keluarga yang mengalami banyak perubahan setelah perceraian menuntut anak untuk beradaptasi. Akan tetapi, sekalipun perceraian membawa serangkaian masalah dan dampak buruk untuk anak, sesungguhnya masih ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat anak merasa lebih baik. Anda tidak hanya bisa membantu mengobati rasa pedih dan kecewa yang dirasakan anak, tetapi juga bisa membimbing mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa. 

Problem Tingkahlaku Anak

Semua anak dapat dibagi menjadi dua kelompok: yang sulit dididik dan yang lebih sulit dididik. Banyak orangtua yang bertanya-tanya mengapa semua anaknya baik, kecuali satu orang. Satu orang anak membuat mereka sengsara sekali

Anak Sulit Konsentrasi
Rentang perhatian seorang anak bisa diukur dari berapa lama ia bertahan pada suatu aktivitas. Anak yang betah melakukan aktivitas selama waktu yang cukup lama, tanpa beralih pada aktivitas yang lain dan tidak mudah terganggu oleh stimulus-stimulus lain, dikatakan mempunyai kemampuan konsentrasi yang baik. Berkonsentrasi membutuhkan kemampuan untuk memfokuskan diri dan juga kemampuan untuk menyaring stimulus yang tidak penting.

Mengatasi Masalah Mengerjakan PR

Pekerjaan Rumah (PR) merupakan salah satu sumber konflik yang paling sering terjadi di antara anak dan orangtuanya. Anak-anak biasanya menghindar membuat PR. Mereka membuat alasan-alasan untuk tidak memulai pekerjaanya. Orangtua menjadi kecewa dan marah melihat sikap dan perilaku anaknya ini. Orangtua dan guru perlu bekerjasama dalam mengembangkan kebiasaan-kebiasaan membuat PR yang sehat dalam diri anak-anak.
Para guru harus menjelaskan apa manfaat PR kepada murid-murid mereka. Para guru sebaiknya juga memiliki suatu program intensif untuk mendorong anak-anak agar mau membuat PR pada waktunya dan dengan usaha yang sungguh-sungguh. Kalau Anda tidak mempunyai motivasi dan sang guru tidak memiliki program intensif, Anda dapat menyusun suatu program di rumah. 

Berbagi Tugas Rumahtangga, Tanggungjawab, dan Uang Saku




Anak-anak perlu belajar tentang nilai dari suatu pekerjaan. Pekerjaan mengajarkan kerjasama dan kerja kelompok. Jangan memberi anak-anak Anda terlalu banyak tanggungjawab atau pekerjaan. Ini malah nantinya akan membuat mereka jengkel. Mengajar anak-anak untuk bekerja membutuhkan lebih banyak waktu daripada kalau sendiri melakukannya. Gunakan banyak umpanbalik positif dan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan dengan lebih baik.