Terjemahan Doa


Subuh-subuh begini, lumayan berat buat Kakak untuk salat subuh. Kami pun bersama mengucapkan doa bangun tidur. Tak hanya lafaz doanya dalam bahasa Arab, tapi sekalian dengan terjemahannya: segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan aku setelah aku mati. Setelah itu berlanjutlah dialog, apakah memang orang tidur itu mati? Saya menjawab sederhana saja, orang tidur dalam banyak hal sama dengan orang mati: tidak bisa bicara, tidak melihat, tidak mendengar. Dan memang tidaklah mustahil orang tidur tidak bangun lagi, dan karenanya sudah sepatutnya kita bersyukur kalau bisa bangun lagi.

Dengarkanlah Dengan Mata, Telinga, Hati



Hari ini Saya pergi menghadiri hari presentasi siswa-siswi di sekolah Kakak. Melihat tak begitu banyak orang tua hadir di lingkungan sekolah, sepertinya, hari ini adalah giliran anak kelas satu. Saya pikir terlambat, tapi ternyata tidak. Ketika Saya masuk ke dalam kelas, Bu Rahma yang bertugas sebagai pembuka acara hari itu, baru akan mulai memberikan penjelasan kepada seluruh hadirin sekelas tentang acara presentasi tersebut.

Jalan Menuju Surga


Maukah Anda menjadi orangtua idaman? Orangtua yang selalu diingat, dirindu, dinanti, dibela, ditaati, dicintai, dan didoakan setiap saat oleh anak-anak Anda? Maukah Anda dilayani para bidadari dan wildan ketika anda berada di liang lahat karena amal sholeh yang dilakukan anak Anda? Maukah Anda dihidangkan berbagai makanan dan minuman yang lezat dan menyenangkan di akhirat kelak atas ilmu yang Anda ajarkan kepada putra dan putri Anda di dunia? Anda tidak boleh mempersalahkan anak-anak karena bosan. Mereka akan selalu memikirkan sesuatu yang tidak siap Anda hadapi. Menjadi orangtua itu banyak tuntutannya. Menjadi orangtua menuntut pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya dan kerja keras terus-menerus.

Konflik dengan Teman Bermain


Berteman merupakan salah satu kebutuhan penting pada masa remaja. Keberhasilan menjalin relasi dengan teman sebaya jelas memberikan banyak manfaat bagi perkembangan kepribadian seorang remaja. Akan tetapi, tentu saja orangtua menjadi cemas ketika anaknya dekat dengan teman yang perilakunya tidak baik atau kurang sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang orangtua. Orangtua khawatir anaknya akan meniru tingkah laku yang tidak baik dari teman.
Sesungguhnya, karakter telah terbentuk pada usia 12 tahun. Di atas usia itu, karakter sukar untuk berubah secara drastis. Ini berarti, jika sebelum usia itu anak telah mendapat pendidikan moral yang baik, anak cenderung akan mempertahankan nilai-nilai moral yang baik pada masa selanjutnya, atau dengan kata lain, dampak pertemanan yang buruk menjadi kecil kemungkinannya untuk mengubah karakter moralnya.