Banyak orangtua yang memiliki harapan tinggi terhadap anaknya, namun
perilaku yang diharapkanya belum dilakukannya. Misalnya, berharap anaknya
senang membaca, tetapi orangtua sendiri tidak suka membaca. Menyuruh anaknya
sholat berjamaah, padahal dirinya sendiri sering meninggalkanya. Tentu cara ini
tidak akan efektif.
Contoh yang baik, akan lebih melekat pada anak bila diiringi dengan
penjelasan. Apa manfaatnya senang membaca buku, apa keuntungannya berjamaah di
masjid dan sebagainya.
Dengan begitu, anak secara perlahan mulai mengerti tentang pentingnya
melakukan perbuatan-perbuatan itu. Sehingga yang diharapkan adalah anak
melakukan perilaku tersebut secara sadar dan menyenanginya, bukan karena
paksaan. Anak adalah peniru yang
akurat. Marilah kita meneladankan hanya yang terbaik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar