Sering kita mendengar si kecil mengulangi apa yang kita katakan. Entah saat kita berbicara dengannya maupun kala kita
tengah berbicara dengan orang lain. Misalnya, ibu berbicara dengan ayah,
"Yah, besok mau dimasakkan apa?" Si kecil tahu-tahu menyambung,
"Masak apa?" Sebetulnya, perilaku meniru pada anak sudah berlangsung sejak dini. Bukti
paling nyata ialah anak bisa berbicara. Kalau ia tak pernah meniru kata-kata
yang diucapkan orangtua, tentunya ia tak akan bisa bicara.
Sampai usia besar pun anak masih tetap meniru, meski kadarnya tak terlalu banyak dan semakin berkurang. Hanya memang perilaku ini umumnya lebih tampak di usia sekitar 2-3 tahun, bagaimana anak selalu mencoba apa yang dilakukan orang-orang di lingkungan terdekatnya. Dia menyerap semua kata-kata itu kemudian menggunakannya. Karena mereka sering dengar kata-kata tersebut kadang-kadang mereka ucapkan tanpa tahu arti kata-kata tersebut.
Sampai usia besar pun anak masih tetap meniru, meski kadarnya tak terlalu banyak dan semakin berkurang. Hanya memang perilaku ini umumnya lebih tampak di usia sekitar 2-3 tahun, bagaimana anak selalu mencoba apa yang dilakukan orang-orang di lingkungan terdekatnya. Dia menyerap semua kata-kata itu kemudian menggunakannya. Karena mereka sering dengar kata-kata tersebut kadang-kadang mereka ucapkan tanpa tahu arti kata-kata tersebut.
Anak-anak adalah spon. Mereka belajar dari kehidupan mereka. Orangtua
mengajari anak-anak, baik secara sadar atau tidak. Apakah orangtua yakin mereka
mendengar atau tidak. Mereka menyerap setiap kata yang keluar dari mulut
orangtuanya. Mereka meniru bahasa tubuh orangtua. Mereka meniru tingkahlaku
anda.
Kalau orangtua saling bermusuhan dan tidak konsisten, anak-anak akan dengan
cepat belajar bagaimana mengadu domba ibu dan ayah. Anak-anak egosentrik secara
alami, hal ini sangat mudah dilakukan. Mereka ingin mendapatkan jalan mereka
sendiri, dan mereka akan berusaha mendapatkan hal itu dengan cepat.
Ketika orangtua mempunyai
masalah jangan pernah diskusikan didepan anak-anak. Bicarakan di luar jangkauan pendengaran anak-anak anda. Tunggu ketika
anda berdua bisa keluar rumah atau tunggu setelah anak-anak tidur baru
dibicarakan.
Anak-anak mengkhawatirkan segala sesuatu, stress tentang segala sesuatu.
Mereka menginternalkan segala sesuatu. Ketika orangtuanya bertengkar mereka
menyalahkan diri sendiri. Mereka dapat bertindak berbahaya ketika mendengar
argumen. Mendengar orantua bertengkar hanya akan membuat anak-anak selalu
was-was tentang segala sesuatu. Itu membuat mereka menderita. Akan lebih baik
jika orangtua merendahkan suara dan menyimpan masalah itu untuk mereka sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar