Bagaimana Memilih Hadiah yang Pas untuk Anak?


Hadiah sangat menentukan efektif tidaknya sebuah perjanjian, karena hadiah akan menjadi daya tarik yang memotivasi anak untuk mengubah perilakunya. Yang perlu diperhatikan orangtua dalam memilih hadiah, hadiah tersebut harus merupakan sesuatu yang diinginkan oleh anak. Bentuk hadiah bisa berupa barang, hak istimewa, kebebasan tertentu, aktivitas tertentu.
Contoh-contoh hadiah:
Hadiah berupa barang: mobil-mobilan, boneka.
Hadiah berupa aktivitas: berenang di hari Minggu, piknik ke laut.
Hadiah berupa kebebasan: izin untuk main ke rumah teman, bersepeda di sore hari.
Hadiah berupa hak istimewa: hak untuk memilih restoran tempat makan malam keluarga, hak untuk tidur lebih larut di akhir pekan.


Bagaimana Pelaksanaannya?
Langkah-langkah membuat dan melaksanakan “Perjanjian dengan Anak” adalah sebagai berikut:
1.      Orangtua menjelaskan kepada anak, bahwa ada beberapa perilaku yang diharapkan untuk dilakukan lebih sering oleh anak. Kemudian orangtua memberitahukan tentang hadiah apa yang bisa diperoleh anak jika ia melakukan perilaku-perilaku baik tersebut. Orangtua memberi tahu perilaku apa saja yang harus dilakukan anak untuk mendapatkan tanda centang atau poin angka yang bisa dikumpulkan untuk mendapatkan hadiah, dan memberi tahu tentang target yang harus dicapai sebagai syarat perolehan hadiah. Orangtua perlu memberitahukan kepada anak bahwa pemberian tanda centang tidak bisa diperdebatkan. Bilamana orangtua ingin memberlakukan pengurangan poin sebagai hukuman, maka anak juga perlu diberi tahu.
2.      Tiap kali perilaku yang diharapkan muncul, orangtua segera memberi tanda centang atau memberi poin angka. Tiap kali perilaku yang tidak diharapkan muncul, orangtua tidak memberikan perhatian atau mengabaikan perilaku tersebut, atau melakukan pengurangan poin.
3.      Orangtua bersama anak menghitung tanda centang atau poin angka yang sudah terkumpul di tabel. Jika jumlah tanda centang atau poin angka mencapai target, maka hadiah diberikan kepada anak.
Pada saat memulai sebuah “Perjanjian”, orangtua harus mengkomunikasikan secara jelas segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan perjanjian, sehingga anak merasa bahwa dalam perjanjian itu ia diperlakukan dengan adil.
Pelaksanaan perjanjian secara konsisten menjadi kunci keberhasilan metode “Perjanjian dengan Anak.” Oleh karena itu, orangtua harus berusaha semaksimal mungkin menaati perjanjian yang telah dibuat, yaitu dengan cara:
-    Selalu memperhatikan perilaku anak dan mencatat tiap kali anak memunculkan perilaku yang diharapkan.
-    Menambahkan tanda centang atau poin angka secara benar menurut perjanjian. Hal yang sama berlaku pula untuk sistem pengurangan poin. Jika telah disepakati akan ada pengurangan poin, maka pengurangan poin harus dilakukan secara benar (objektif).
-    Memberikan hadiah yang sudah dijanjikan pada waktunya.

Metode “Perjanjian dengan Anak” bisa digunakan untuk mengubah perilaku anak yang sudah tidak lagi tertarik dengan pujian verbal atau yang sudah tidak mempan diberi pujian verbal saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar