Semua anak sebenarnya memiliki motivasi. Namun
tidak semua anak termotivasi untuk bertingkahlaku baik dan bekerja keras.
Sejumlah anak termotivasi untuk tidak melakukan apa-apa. Sebagian motivasi
muncul dalam diri kita, bersifat internal. Dan sebagian motivasi muncul dari
luar diri kita, bersifat eksternal. Motivasi internal dan eksternal bekerja
bersama-sama untuk membentuk kita menjadi pribadi yang bertanggungjawab. Kemampuan
memotivasi diri sangat erat kaitannya dengan harga diri seorang anak. Anak yang
rasa percaya dirinya tinggi cenderung lebih positif dalam menghadapi persoalan.
Sementara, anak yang rendah diri akan lebih mudah putus asa dan seulit
menyemangati diri sendiri.
Ada anak
yang memang mengalami kesulitan belajar, namun ada juga yang sebenarnya ‘hanya’
butuh dorongan orang lain, seperti orang tua atau gurunya. Anak semacam ini
biasanya termasuk kategori anak underachiever. Salah satu
perbedaan anak yang sulit belajar dan underachiever
adalah pada motivasi mereka. Pada anak yang sulit belajar, masalah terletak
pada daya tangkap dan kemampuan mereka memahami penjelasan/tugas. Namun setelah
mereka dapat mencerna penjelasan, mereka akan langsung mengerjakan tugas tanpa
terpengaruh iming-iming tertentu. Sedangkan pada anak underachiever, mereka tidak memiliki masalah dengan daya tangkap.
Mereka sebenarnya mampu memahami tugas yang diberikan, tapi mereka hanya
bekerja bila ada orang dewasa (di rumah/sekolah) di dekatnya atau bila
diiming-imingi imbalan yang disukainya.
Tekankan keberhasilan
Keberhasilan menciptakan motivasi internal. Banyak
anak yang berpendapat mereka tidak mampu berhasil. Keyakinan keliru itu
lazimnya berasal dari kegagalan berulang kali. Kadang-kadang hal tersebut
merupakan konsekuensi harapan yang terlalu tinggi. Perbaiki masalah dengan
menyoroti positif. Tunjukkan kekuatan-kekuatan. Susunlah harapan yang
menciptakan keberhasilan. Strategi ini disebut pembentukan. Gunakanlah
pembentukan untuk memperbaiki tingkahlaku secara perlahan-lahan. Pembentukan
berarti mendorong usaha yang lebih baik. Sewaktu mengajarkan hal-hal baru,
perkuatlah perbaikan atau langkah-langkah ke arah yang tepat.
Orangtua mempunyai kecenderungan untuk memusatkan
perhatiannya pada tingkahlaku yang buruk. Banyak orangtua berpendapat bahwa
bersikap kritis terhadap kesalahan-kesalahan merupakan salah satu cara untuk
mendorong anak agar berusaha lebih keras. Hal itu tidak benar. Kadang-kadang,
boleh jadi Anda membutuhkan perangsang-perangsang yang lebih kuat daripada
pujian dan dorongan. Dapat berbentuk uang saku, atau hak-hak istimewa. Setiap
kali Anda menggunakan perangsang seperti imbalan atau hak-hak istimewa,
sertailah selalu perangsang itu dengan ungkapan yang membesarkan hati.
Tumbuhkan minat
Minat menciptakan motivasi. Buatlah belajar menjadi
acara yang menarik. Pada anak-anak kecil, Anda dapat mengubah tingkahlakunya
dengan sebuah permainan.
Ciptakan suasana keluarga yang
sehat
Suasana keluarga yang menyenangkan dapat mendorong
anak-anak. Suasana terbentuk dari cara setiap orang dalam keluarga saling
mengerti satu sama lain. Suasana keluarga dimulai dari orangtua yang
memperlihatkan contoh-contoh yang baik. Suasana menyenangkan dapat dirusak oleh
sebuah keadaan negatif. Misalnya, pertengkaran antara dua orang anak. Suasana
keluarga berfluktuasi. Hari-hari tertentu suasananya menyenangkan, hari-hari
lain tidak. Ini wajar. Berusahalah untuk mendapatkan hari-hari baik lebih
banyak daripada hari-hari buruk.
Manfaat humor
Salah satu segi penting suasana keluarga yang
menyenangkan adalah humor. Humor dapat meluruskan kembali suasana keluarga.
Ujilah pengetahuan Anda
tentang minat anak Anda
Mengetahui minat anak Anda dapat membantu Anda
menciptakan kegiatan-kegiatan yang memberi motivasi.
Suasana keluarga yang sehat
dan yang tidak
Ingatlah bahwa tujuan Anda adalah menjaga suasana
keluarga berada di bagian yang positif sebanyak mungkin. Kalau Anda mengalami
suasana yang buruk lupakanlah. Humor seringkali menolong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar