Sebagian besar orangtua sebenarnya tak menginginkan anak-anaknya dihukum,
apalagi oleh ‘tangannya’ sendiri. Saat anak terlihat sedih, kecewa, menangis
saat dihukum, sungguh hati orangtua pun merasakan perasaan yang sama seperti
anak. Tapi dengan alasan demi kepentingan anak itu sendiri kadang menghukum
anak memang tak bisa dihindari. Sebagian orangtua kerap mengatakan misalnya
“Ayah hukum kamu biar kamu bisa jera!” atau sebagian ibu mengatakan “Mama
marahin kamu karena mama sayang sama kamu!”
Menghukum anak sebenarnya hanya salah satu pola dari sekian banyak pola
dari pendidikan anak. Menghukum anak hanyalah salah satu, bukan satu-satunya,
cara untuk membuat anak terkendali perilakunya. Hukuman pada anak yang tidak
dilakukan dengan cara yang tidak benar dapat berdampak besar pada anak. Bukannya
efek positif yang didapatkan, malah mungkin mempersulit orangtua sendiri.
Anak akan menganggap sepele
peraturan atau didikan yang ditetapkan orang tuanya, kalau peraturan itu tanpa
sanksi atau hukuman itu ibarat polisi tanpa senjata, nah anak tidak akan segan
melanggar peraturan yang demikian.
Tujuan akhir dari kita mendidik atau menghukum anak adalah supaya anak bisa
menyadari, bertanggung jawab dan mandiri, bisa mengontrol dirinya sendiri.
Wibawa orang tua sebetulnya tidak bisa dibangun hanya dengan hukuman saja, jadi
orang tua menghukum anak tidak dengan sendirinya orang tua itu menjadi
berwibawa.
Jangan Pernah Melakukan Kekerasan Fisik Pada Anak!
Hukuman fisik membuat anak seperti orang tak berdaya, yang tak bisa berkata
tidak dan wajib patuh. Hukuman fisik menumpulkan kekuatan pikiran anak dan
merusak jiwa anak. Saat kita memukul anak, maka sesungguhnya yang paling rusak
adalah harga dirinya. Tubuhnya memang sakit, tapi yang paling berbahaya adalah
saat seorang anak merasakan sakit di dalam hatinya. Secara tidak sadar kita
tengah menjatuhkan harga dirinya.
Melakukan kekerasan fisik anak sangat bertolak belakang dengan tujuan kita
mendidiknya, agar ia punya dasar hidup yang kuat untuk mandiri dan punya rasa
percaya diri. Saat harga dirinya jatuh karena fisiknya kita hukum, maka ia tak
akan memiliki konsep diri positif seperti yang kita harapkan tadi: mandiri,
percaya diri, memiliki motivasi diri.
Hal yang paling berbahaya daripada hal tadi adalah saat fisik anak orangtua
sakiti adalah anak akan kehilangan kepercayaannya kepada orangtua. Apalagi,
jika sudah tumbuh perasaan benci pada orangtua. Padahal, selama ini ia
memandang kita sebagai orang yang selalu melindungi.
Hukuman fisik bisa membuat si kecil terluka secara fisik, takut, marah pada
orangtua yang terpendam atau terkeluarkan, dan menjaga jarak dengan orangtua.
Itu sebabnya barangkali banyak anak yang tak betah duduk berlama-lama dengan
orangtua. Dengan semua perasaan itu, bukan tidak mungkin, si kecil malah jadi
tukang melawan dan bertindak agresif karena tidak dapat menerima perlakuan
kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar