Melatih Anak Untuk Mengendalikan Diri

Untuk dapat melakukan tindakan yang baik secara moral, seseorang harus memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri, sebab untuk menjaga tingkah lakunya tetap baik, sering kali orang perlu menahan diri dari godaan, menekan keinginan-keinginannya pada situasi tertentu, dan bersabar. Seorang anak yang masih sangat kecil memiliki kecenderungan bertindak impulsif, begitu menginginkan sesuatu, ia akan segera melakukan usaha apapun untuk memenuhinya, entah dengan merebut, memaksa orang lain, atau melakukan hal lain tanpa peduli pada situasi dan akibatnya bagi orang lain, karena ia belum dapat menunda keinginannya. Akan tetapi, orangtua bisa membantu anak untuk secara perlahan-lahan mengembangkan kemampuan mengendalikan diri.
Cara-cara yang bisa digunakan orangtua untuk mengajarkan pengendalian diri antara lain sebagai berikut:
-     Menyediakan kontrol dari luar. Memberikan batasan dan memberlakukan konsekuensi atas perilaku anak akan mendorong anak berlatih untuk mengendalikan dirinya.
-     Tidak selalu memenuhi keinginan anak dengan segera. Anak perlu memahami bahwa pada situasi tertentu, ia tidak bisa langsung memperoleh apa yang diinginkannya.
-     Mengajarkan cara mengatasi perasaan negatif akibat keharusan menunda keinginan. Anak bisa diajari untuk mengalihkan perhatiannya kepada hal lain ketika ia harus menunggu keinginannya terpenuhi, atau menyalurkan perasaan frustrasinya ketika keinginannya tidak terpenuhi lewat kegiatan-kegiatan yang tepat. Apabila anak masih sangat kecil, orangtua bisa membantu menenangkan ketika anak menangis atau marah-marah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar