Menumbuhkan Minat dan Ketertarikan Anak Terhadap Orang Lain

Rasa aman dan nyaman yang dirasakan anak dalam interaksi bersama orangtua, membuat anak merasakan bahwa interaksi dengan orang lain, adalah suatu hal yang menyenangkan, sehingga kemudian anak pun menjadi tertarik untuk berinteraksi dengan orang lain. Saat anak mempunyai minat dan ketertarikan terhadap orang lain, kecenderungannya untuk memperhatikan orang lain menjadi lebih besar, dan ia pun menjadi lebih bersedia untuk melakukan perbuatan yang baik bagi orang lain. 
Membuat anak mengembangkan kepekaan terhadap perasaan orang lain. Dengan disayangi, diperhatikan perasaannya dan kebutuhannya, anak belajar untuk peka dan peduli terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain. Pengalaman dibesarkan dalam suasana penuh kasih sayang dan kelembutan, menjadikan anak lebih sensitif terhadap perasaan orang lain. Perasaan yang sensitif ini juga membuat anak menjadi mudah menyadari kesalahannya ketika ia melakukan sesuatu hal yang buruk terhadap orang lain.
Mengajarkan bahwa semua orang pantas dicintai. Pengalaman dicintai yang dirasakan anak dalam interaksi dengan orangtua, secara tidak langsung memberikan pesan kepada anak bahwa semua orang pantas dicintai dan oleh karenanya melakukan perilaku yang melukai orang lain merupakan sebuah kesalahan. Pemahaman ini selanjutnya mendorong anak untuk berperilaku baik kepada orang lain dalam interaksi yang dijalinnya.
Menumbuhkan harga diri pada diri anak. Kasih sayang yang ditunjukkan orangtua kepada anak, membuat anak mengembangkan konsep diri yang positif atau membuat anak merasa bahwa dirinya berharga. Perasaan berharga ini akan memberikan kekuatan bagi anak untuk mampu berbuat baik kepada orang lain.
Langkah persiapan berikutnya adalah mempunyai harapan yang positif terhadap anak. Orangtua harus selalu mengharapkan anak bertindak sesuai nilai-nilai, dan percaya bahwa anak mampu melakukannya. Anak akan bertindak sesuai nilai moral jika ia tahu bahwa orangtuanya memang mengharapkan mereka demikian, dan mereka lebih termotivasi saat mengetahui bahwa orangtua mempercayai bahwa mereka mampu melakukan apa yang baik tersebut. Memberi kepercayaan kepada anak terbukti lebih efektif mendorong anak untuk melakukan perilaku yang diharapkan daripada menekan dengan paksaan atau mengancam dengan hukuman.



Syarat Keberhasilan
Kunci keberhasilan metode mengabaikan adalah penggunaannya secara konsisten bersama-sama dengan metode memuji. Tanpa disertai dengan memuji perilakunya yang baik, metode ini tidak akan menghasilkan efek seperti yang diharapkan orangtua.
Pertama kali orangtua menggunakan metode mengabaikan, anak biasanya akan heran. Ia berpikir mengapa tidak seperti biasanya, mengapa Anda tidak melotot, tidak membentak, tidak mendesah. Rasa heran ini akan membuat anak tergoda untuk menguji kebenaran dari kenyataan baru yang sedang dihadapinya, sehingga anak melakukan perilaku buruk itu lebih hebat lagi. Seolah-olah anak berkata, “Mengapa tidak seperti biasanya? Biasanya mama marah melihatku melakukan ini. Oh, mungkin mama tidak melihat/mendengar aku tadi. Kalau begitu, aku akan mencoba melakukannya lagi.”
Dalam situasi seperti ini, orangtua memang harus berjuang keras menahan diri untuk tetap mengabaikan. Jika Anda bertahan, berarti langkah Anda sudah semakin dekat pada tujuan, sebaliknya, jika Anda menyerah di sini, berarti Anda semakin menjauh dari tujuan yang ingin Anda capai.
Metode mengabaikan memang tidak langsung menghasilkan perubahan, akan tetapi, apabila Anda menggunakannya secara konsisten, dalam arti Anda selalu tidak memberikan perhatian saat anak menunjukkan perilaku buruknya tersebut, Anda akan mendapati bahwa perilaku anak yang buruk yang Anda abaikan tersebut menjadi berkurang, hingga akhirnya hilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar