Masa kanak-kanak merupakan
masa emas bagi pembentukan moral. Pada masa ini, jika suatu landasan moral yang
baik telah berhasil ditanamkan, landasan moral tersebut selanjutnya akan
menjadi penuntun individu dalam bertingkah laku seumur hidupnya. Atas dasar
inilah, orangtua perlu segera bergerak melakukan upaya-upaya untuk menanamkan
nilai-nilai moral sejak anak masih kecil. Ada beberapa hal yang perlu
dipersiapkan orangtua sebagai langkah awal menanamkan nilai moral.
Yang pertama, orangtua perlu menyadari terlebih
dahulu nilai-nilai yang diyakini atau dijunjung tinggi secara pribadi. Dengan
demikian, orangtua bisa menentukan nilai-nilai yang menjadi prioritas untuk
ditanamkan pada diri anak. Ambillah waktu untuk memikirkan nilai-nilai apa saja
yang Anda anut, yang selama ini sungguh-sungguh Anda pegang, dan yang ingin
Anda tanamkan pada anak. Sebagai contoh, mungkin nilai kejujuran lah yang Anda
junjung, atau nilai penghargaan terhadap orang lain, atau nilai cinta kasih.
Langkah persiapan yang kedua
adalah membuat komitmen pribadi untuk mendidik anak berperilaku baik, yang mana
komitmen tersebut selanjutnya akan selalu Anda jaga dengan sungguh-sungguh.
Penelitian menemukan bahwa
orangtua yang teguh dan ulet dalam mendidik anaknya supaya anaknya berperilaku
baik, sungguh-sungguh berhasil mengubah anaknya. Oleh karena itu, jika Anda
ingin menumbuhkan moral anak, buatlah komitmen pribadi untuk menumbuhkan suatu
perilaku moral, dan bertahanlah berusaha hingga anak benar-benar dapat
berperilaku baik seperti yang diharapkan.
Langkah persiapan berikutnya
adalah mempunyai harapan yang positif terhadap anak. Orangtua harus selalu
mengharapkan anak bertindak sesuai nilai-nilai, dan percaya bahwa anak mampu
melakukannya. Anak akan bertindak sesuai nilai moral jika ia tahu bahwa
orangtuanya memang mengharapkan mereka demikian, dan mereka lebih termotivasi
saat mengetahui bahwa orangtua mempercayai bahwa mereka mampu melakukan apa
yang baik tersebut. Memberi kepercayaan kepada anak terbukti lebih efektif
mendorong anak untuk melakukan perilaku yang diharapkan daripada menekan dengan
paksaan atau mengancam dengan hukuman.
Syarat Keberhasilan
Kunci keberhasilan metode mengabaikan adalah
penggunaannya secara konsisten bersama-sama dengan metode memuji. Tanpa
disertai dengan memuji perilakunya yang baik, metode ini tidak akan
menghasilkan efek seperti yang diharapkan orangtua.
Pertama kali orangtua menggunakan metode mengabaikan,
anak biasanya akan heran. Ia berpikir mengapa tidak seperti biasanya, mengapa
Anda tidak melotot, tidak membentak, tidak mendesah. Rasa heran ini akan
membuat anak tergoda untuk menguji kebenaran dari kenyataan baru yang sedang
dihadapinya, sehingga anak melakukan perilaku buruk itu lebih hebat lagi.
Seolah-olah anak berkata, “Mengapa tidak seperti biasanya? Biasanya mama marah
melihatku melakukan ini. Oh, mungkin mama tidak melihat/mendengar aku tadi.
Kalau begitu, aku akan mencoba melakukannya lagi.”
Dalam situasi seperti ini, orangtua memang harus berjuang
keras menahan diri untuk tetap mengabaikan. Jika Anda bertahan, berarti langkah
Anda sudah semakin dekat pada tujuan, sebaliknya, jika Anda menyerah di sini,
berarti Anda semakin menjauh dari tujuan yang ingin Anda capai.
Metode mengabaikan memang tidak langsung menghasilkan
perubahan, akan tetapi, apabila Anda menggunakannya secara konsisten, dalam
arti Anda selalu tidak memberikan perhatian saat anak menunjukkan perilaku
buruknya tersebut, Anda akan mendapati bahwa perilaku anak yang buruk yang Anda
abaikan tersebut menjadi berkurang, hingga akhirnya hilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar