Dalam mendidik anak, orangtua seringkali menemui
kesulitan untuk menghentikan kebiasaan atau perilaku anak yang tidak disukai.
Orangtua mungkin sudah sering memarahi, mengomeli anak, membentak, memelototi,
akan tetapi anak tetap saja bandel melakukan perilaku itu lagi dan lagi.
Kebanyakan orangtua tidak menyadari bahwa ketika
marah-marah, membentak, mengomeli anak, mereka sebenarnya justru sedang
memberikan suatu bentuk perhatian kepada anak. Apabila orangtua mempunyai
kebiasaan untuk memuji saat anak melakukan perilaku yang baik, maka bentuk
perhatian negatif yang diberikan lewat amarah, omelan, atau bentakan itu
sebenarnya tidak membuat anak tertarik. Akan tetapi, sayangnya, kesalahan ini
banyak dilakukan orangtua, orangtua membiarkan anak yang melakukan perilaku
baik, tetapi segera menegur dan memarahi anak yang perilakunya buruk.
Akibatnya, anak mencari perhatian orangtua dengan cara berperilaku buruk.
Bagi anak, mendapat perhatian negatif masih lebih baik
daripada tidak mendapatkan perhatian sama sekali.
Cara yang paling sederhana untuk membuat anak mengurangi perilaku buruknya adalah dengan tidak memberikan perhatian dalam bentuk apapun saat anak melakukan perilaku buruk tersebut, dengan kata lain, mengabaikan perilaku buruk anak. Dengan mengabaikan perilaku anak, orangtua seolah-olah menyampaikan pesan kepada anak, “Kamu tidak akan mendapat imbalan apa-apa dengan melakukan perilaku seperti itu. Aku tidak akan memberikan perhatian yang kamu inginkan.” Banyak orangtua yang pada awalnya meragukan apakah metode mengabaikan benar-benar dapat menghentikan perilaku buruk anak. Akan tetapi, setelah mereka mencobanya, mereka terheran-heran karena metode ini ternyata memang ampuh.
Cara yang paling sederhana untuk membuat anak mengurangi perilaku buruknya adalah dengan tidak memberikan perhatian dalam bentuk apapun saat anak melakukan perilaku buruk tersebut, dengan kata lain, mengabaikan perilaku buruk anak. Dengan mengabaikan perilaku anak, orangtua seolah-olah menyampaikan pesan kepada anak, “Kamu tidak akan mendapat imbalan apa-apa dengan melakukan perilaku seperti itu. Aku tidak akan memberikan perhatian yang kamu inginkan.” Banyak orangtua yang pada awalnya meragukan apakah metode mengabaikan benar-benar dapat menghentikan perilaku buruk anak. Akan tetapi, setelah mereka mencobanya, mereka terheran-heran karena metode ini ternyata memang ampuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar