Berilah Selalu Penghargaan

Yuk, kita sebagai orangtua harus berimbang dalam memberikan aturan dan penghargaan, ya. Setelah anak dituntut untuk melakukan berbagai aturan, perintah, dan larangan, jangan lupa berikan penghargaan atas kepatuhan/pencapaian si kecil. Penghargaan untuknya dapat berupa hadiah kecil, pujian, pelukan, ataupun ciuman di pipi montoknya. Walaupun penghargaan dan pujian pada anak itu baik untuk membentuk perilaku disiplin namun bukan tanpa masalah. Penghargaan bukan hanya satu-satunya cara untuk membentuk perilaku positif anak. Karena pujian adalah motivator eksternal. Sedang tujuan utama dari penghargaan itu adalah motivasi dari dalam yakni self-discipline (disiplin diri sendiri). 
Penghargaan, pujian dan ekspresi kasih sayang apapun hendaknya bertumpu pada satu tujuan: untuk membuat anak termotivasi berperilaku lebih baik. Untuk itu penghargaan hendaknya diberikan setelah anak melakukan sesuatu yang baik. Sehingga anak mencapai suatu pemikiran bahwa untuk mencapai segala sesuatu tidak ada yang gratis. Harus selalu diusahakan. Hasil terbaik dari sebuah penghargaan adalah apabila ia dapat membantu anak untuk menyadari kapan dan bagaimana ia dapat menghargai dirinya sendiri

Anak-Anak Percaya Pada Apa Yang Anda Katakan Pada Mereka
Anak-anak bertindak berdasarkan apa yang Anda katakan. Dengan memuji tingkahlaku yang spesifik,  Anda menunjukkan dengan jelas mana perbuatan yang benar. Anda menunjukkan kekuatan-kekuatan. Ini memberikan keyakinan kepada anak Anda. Ia akan merasa mampu membuat keputusan-keputusan yang baik. Dorongan memberi anak-anak suatu tambaham motivasi, pujian mendorong mereka menghadapi situasi sulit. Dorongan memberi dukungan, kepercayaan, dan keyakinan.
       Perlu orangtua ketahui, pada dasarnya anak yang dibesarkan dengan pola asuh positif dan kebutuhannya selalu terpenuhi akan tumbuh menjadi anak yang disiplin, percaya diri, berbudi baik, dan mudah diajak bekerja sama. Selain itu, ia juga sejatinya telah terbiasa melakukan tindakan positif. Oleh karena itu, apabila orangtua memintanya untuk melakukan sesuatu, sesungguhnya ia tidak perlu dijanjikan suatu hadiah. Dengan pengertian, cinta, dan perhatian ia akan dengan mudah melakukan apa yang diminta orangtuanya tersebut.
Kesimpulannya, hadiah yang diberikan orangtua yang selalu mengasuh anak dengan cara positif adalah bukan untuk ‘menyuap’. Karena, tindakan menyuap lebih cocok dilakukan kepada anak yang sulit dikendalikan. Sedangkan anak yang diasuh dengan cara positif biasanya lebih terkendali dan bersikap kooperatif. Oleh karena itu, memberikan hadiah kepada anak yang terkendali lebih cenderung untuk memotivasi. Sebab, dengan hadiah ia akan kembali melakukan apa yang menjadi kebiasaannya dengan segera. Hadiah yang diberikan kepada anak tidak harus berupa barang yang mahal dan sulit didapat. Berikanlah hadiah kepada anak sesuai dengan kebutuhan dan sifatnya. Misalnya, anak yang aktif cocok diberikan hadiah berupa permainan. Orangtua bisa mengajak anak bermain kejar-kejaran atau bermain sepeda sebagai hadiahnya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar