Pujian, Akankah Membuat Anak Kecanduan?


Anak secara alami menginginkan perhatian positif, termasuk pujian. Akan tetapi, orangtua tidak perlu mengkhawatirkan bahwa anak akan tergantung pada pujian untuk melakukan apa yang baik. Umumnya, seiring berjalannya waktu, anak akan memahami bahwa melakukan apa yang baik, akan memberikan kepuasan bagi dirinya, bahkan tanpa harus selalu dipuji oleh orang lain. Orangtua bisa membantu anak untuk menyadari perasaan senang yang timbul dari melakukan sesuatu yang baik ini. Ketika memuji, orangtua bisa menambahkan kata-kata seperti, “Pasti kamu merasa bangga pada dirimu sendiri,” atau mengajak anak menyadari perasaannya, “Bagaimana perasaanmu waktu memberikan makanan kepada anak pengemis tadi?”

Menggunakan Umpanbalik Positif
Sebagian orangtua berpendapat bahwa memberikan hadiah supaya anak bersikap positif adalah kurang baik. Sebab, mereka menganggap tindakan seperti itu sama dengan tindakan menyuap yang sangat buruk dan dapat merusak kepribadian anak. Mereka percaya bahwa dengan memberikan hadiah maka akan membuat anak menjadi terbiasa dan senang ‘disuap’.
Bagi orangtua bijaksana yang biasa mengasuh anak secara positif dan telah mampu memenuhi kebutuhan anak. Tindakan memberikan hadiah kepada anak hanya sebagai alat untuk memotivasi saja. Sebab, seyogyanya anak yang mendapatkan pengasuhan positif dan kebutuhannya selalu terpenuhi oleh orangtuanya akan tumbuh terkendali dan mudah diajak untuk bekerja sama (patuh).
Adalah wajar apabila sesekali anak bersikap menentang karena mempertahankan apa yang diinginkannya. Pada saat seperti itulah tindakan memberikan hadiah kepada anak akan terasa efektif. Anak akan segera melakukan apa yang telah menjadi kebiasaanya dengan segera. Misalnya, ketika anak tidak mau mandi. Maka, orangtua dapat menjanjikan hadiah kepadanya. Apabila ia melakukan mandi sekarang maka sebelum tidur nanti ia akan mendapatkan tiga cerita. Dengan cara seperti itu, biasanya anak akan termotivasi untuk segera pergi melakukan kebiasaanya, yaitu mandi.
Perlu orangtua ketahui, pada dasarnya anak yang dibesarkan dengan pola asuh positif dan kebutuhannya selalu terpenuhi akan tumbuh menjadi anak yang disiplin, percaya diri, berbudi baik, dan mudah diajak bekerja sama. Selain itu, ia juga sejatinya telah terbiasa melakukan tindakan positif. Oleh karena itu, apabila orangtua memintanya untuk melakukan sesuatu, sesungguhnya ia tidak perlu dijanjikan suatu hadiah. Dengan pengertian, cinta, dan perhatian ia akan dengan mudah melakukan apa yang diminta orangtuanya tersebut.
Kesimpulannya, hadiah yang diberikan orangtua yang selalu mengasuh anak dengan cara positif adalah bukan untuk ‘menyuap’. Karena, tindakan menyuap lebih cocok dilakukan kepada anak yang sulit dikendalikan. Sedangkan anak yang diasuh dengan cara positif biasanya lebih terkendali dan bersikap kooperatif. Oleh karena itu, memberikan hadiah kepada anak yang terkendali lebih cenderung untuk memotivasi. Sebab, dengan hadiah ia akan kembali melakukan apa yang menjadi kebiasaannya dengan segera. Hadiah yang diberikan kepada anak tidak harus berupa barang yang mahal dan sulit didapat. Berikanlah hadiah kepada anak sesuai dengan kebutuhan dan sifatnya. Misalnya, anak yang aktif cocok diberikan hadiah berupa permainan. Orangtua bisa mengajak anak bermain kejar-kejaran atau bermain sepeda sebagai hadiahnya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar