Bagaimana Memberikan Pujian yang Baik?


Pujian yang diberikan orangtua harus menunjuk pada perilaku anak. Jadi, ketika memuji, orangtua menyebutkan secara spesifik perilaku anak yang mana yang sedang dipuji. Contoh : “Mama senang sekali kamu membersihkan tempat tidurmu sendiri, kamu memang anak yang bertanggung jawab,” “Terima kasih, kamu membantu menata meja makan.”
Yang perlu diperhatikan, pujian hendaknya tidak mengandung kata-kata yang bisa merusak rasa senang anak ketika menerima pujian, yaitu kata-kata yang mengurangi perasaan berharga anak. Pujian yang buruk misalnya : “Nah, begitu dong, itu baru anak manis,” “Kan sudah dari dulu mama bilang kamu bisa,” “Bagus, tapi seharusnya kamu bisa mengerjakannya lebih rapi,” “Kamu rajin, sama seperti kakakmu.”
Pujian harus diberikan ketika anak sedang melakukan perilaku yang baik, atau tepat setelah anak melakukan perilaku baik itu. Anak-anak senang mengetahui bahwa orangtuanya memperhatikannya ketika sedang berusaha melakukan apa yang baik. Pujian sebaiknya tidak hanya diberikan ketika anak telah berhasil melakukan apa yang baik, melainkan juga ketika anak sedang mencoba berusaha atau sedang memulai melakukan sesuatu yang baik.
Pujian yang seperti ini akan memotivasi anak. Sebagai contoh, orangtua bisa memuji ketika melihat anaknya sedang menepuk-nepuk tempat tidurnya dengan tebah lidi, sekalipun belum terlihat hasilnya, apakah tempat tidurnya jadi rapi atau tidak, orangtua tetap menunjukkan penghargaan terhadap usaha yang dilakukan anak, bahkan meski ternyata hasilnya adalah tempat tidur yang spreinya masih kurang rata atau mencuat di salah satu sisinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar