Banyak orangtua mencampuradukkan maksud disiplin.
Mereka berpendapat bahwa maksud disiplin adalah mengendalikan tingkahlaku
seorang anak -- membuatnya berlaku baik, apapun yang terjadi. Maksud
disiplin bukanlah menguasai. Maksud disiplin adalah menjalin kerjasama. Kerjasama berarti bahwa rasanya lebih
menyenangkan bila Anda memilih berlaku baik. Inilah tujuan disiplin yang benar.
Disiplin tidak boleh menjadi kekuatan negatif yang menimbulkan
perasaan-perasaan buruk bagi setiap orang yang terlibat. Disiplin seharusnya
memberi anak pengalaman belajar.
Ada perbedaan penting antara kedua strategi ini.
Strategi yang pertama, Anda mencoba mengendalikan tingkahlaku anak Anda.
Strategi yang kedua, membesarkan hati anak Anda untuk mengendalikan
tingkahlakunya sendiri. Strategi ini lebih masuk akal. Berusaha menguasai bukan
merupakan taktik yang lebih baik dalam mencari kerjasama.
Perlunya kerjasama menjadi lebih nyata ketika anak-anak
tumbuh dewasa. Kendali Anda atas tingkahlaku mereka berkurang seiring dengan
kedewasaan mereka. Untuk itu, Anda harus mengandalkan kerjasama dan
kepercayaan. Usaha-usaha untuk mengendalikan kaum remaja memang sia-sia. Anda
harus mengandalkan remaja Anda untuk bekerjasama dengan ide-ide Anda tentang
apa yang benar dan apa yang salah. Anda harus mengandalkan mereka untuk membuat
keputusan-keputusan sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar