SUKSES MENDIDIK ANAK


Apakah Anda selalu berteriak, memaki atau mengancam anak agar mau bertingkah baik seperti yang Anda harapkan? Jika itu yang Anda lakukan, sebaiknya segera hentikan. Ingat, tidak ada anak yang begitu lahir langsung berperilaku buruk. Mereka belajar dari lingkungannya, dari Anda. Jadi, jika anak hobi memaki, misalnya, sebaiknya introspeksi, jangan-jangan Anda pun terbiasa memaki.
Ya, sebagai orangtua, Anda punya kemampuan besar untuk mempengaruhi anak. Anak belajar dari meniru. Mereka melihat atau mendengarkan, mengamati dan kemudian meniru. Jadi, pikir masak-masak sebelum bicara atau bertindak di depan anak. Jika Anda minta pembantu rumah berbohong di telepon kepada petugas asuransi, berarti Anda mengajarkan anak bahwa berbohong itu oke-oke saja. Jika Anda memaki, mendebat atau memanggil orang seenaknya, anak pun akan belajar bahwa semua itu sah saja dilakukan. Jika Anda marah tanpa sebab ke anak, jangan heran jika suatu ketika ia akan marah-marah juga kepada temannya.
Namun, jika Anda berbicara dengan nada tenang meskipun sedang marah, Anda mengajarkan pada anak bagaimana bersikap tenang saat gusar. Jika Anda minta maaf karena telah menggunakan bahasa yang kasar, Anda mengajari anak untuk bertanggungjawab atas kesalahan yang ia lakukan. Jika Anda berbagi, anak pun akan belajar berbagi, dan seterusnya. Modeling hanyalah pelajaran sederhana yang seringkali dilupakan orangtua dalam mendidik anak.
Orangtua yang sukses itu satu paket dengan anak-anak yang sukses. Mereka adalah pasangan yang serasi dalam hal menjalankan tata tertib dalam keluarga. Orangtua yang sukses tahu bahwa disiplin merupakan suatu proses pengajaran. Disiplin bukanlah sekadar hukuman. Dan orangtua sukses juga membina harga diri. Mereka tahu bahwa harga diri yang sehat merupakan unsur utama yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk mengembangkan keyakinan dan daya tahan diri.
Orangtua yang sukses belajar dari anak-anaknya. Mereka menyusun pola-pola reaksi yang dapat mengurangi kenakalan. Orangtua yang sukses adalah orangtua yang konsisten. Mereka mengatakan apa yang mereka maksudkan dan memaksudkan apa yang mereka katakan. Mereka menindaklanjuti ucapan mereka. Orangtua yang sukses tetap tenang bila mereka marah. Mereka menggunakan hukuman-hukuman yang mendidik, bukan untuk membalas dendam.
Orangtua yang sukses mengantisipasi masalah adalah mereka mempunyai strategi-strategi proaktif untuk mengelola amarah, pembangkangan, pertengkaran, pembantahan, dan perebutan kekuasaan. Orangtua yang sukses mempunyai rencana-rencana yang mengajarkan nilai-nilai dari merampungkan pekerjaan rumahtangga, mendapatkan uang saku, dan membuat PR.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar