PERILAKU ORANGTUA


Saya, anda, dan jutaan orangtua di sana tentu juga menghadapi masalah-masalah yang sama. Kita menahan kejengkelan karena harus mengulang-ulang “perintah” yang sama. Kita menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berbantah-bantahan dan beradu pendapat hingga tercapai kata sepakat. Telinga kita dipaksa untuk mendengar rengekan, teriakan, jeritan, dan pertengkaran mereka. Bahkan, tenaga kita pun diperas untuk ikut berteriak dan mengancam. Sungguh melelahkan, bukan?
Menghukum? Kadang-kadang, kita berpikir bahwa tidak ada cara lain yang bisa kita lakukan selain menghukum. Kendati kemarahan itu berikutnya akan memunculkan perasaan bersalah. Kita berpikir bahwa marah adalah cara termudah untuk mengendalikan mereka. Mungkin itulah satu-satunya cara agar berhasil meredam perilaku mereka.
Hukuman haruslah dipandang sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatan yang melanggar batasan-batasan yang ditetapkan. Hukuman tidak harus selalu menyakitkan, dan jangan dijadikan sebagai luapan kemarahan atau penyaluran emosi dari orangtua. Jika harus memberikan hukuman, hukumlah anak sesuai dengan tingkat pemahaman anak tentang hukuman tersebut.
Mendidik anak-anak agar berperilaku baik memang bukan perkara mudah. Banyak orangtua yang gagal melakukannya. Bahkan saya pun hampir gagal. Bukan karena tidak mampu. Kita gagal karena tidak bersikap konsisten. Kita lebih banyak menanggapi hal yang negatif daripada yang positif. Kita terlalu banyak mengecam. Kita tidak menyadari bahwa kita dapat menjadi bagian dari permasalahan tersebut. Tanpa disadari, orangtua merupakan bagian dari masalah karena pola-pola reaksi mereka.
Biasanya, orangtua bereaksi dengan salah satu di antara dua cara. Kadang-kadang mereka bereaksi secara pasif. Mereka menyerah pada kenakalan karena mereka merasa tidak mau menghadapi masalah itu. Cara Anda bereaksi terhadap kenakalan anak-anak Anda akan mempengaruhi kenakalannya di masa depan. Mengetahui bagaimana bereaksi merupakan hal yang sangat penting. Mengetahui bagaimana mencegah masalah-masalah disiplin lebih penting lagi. Orangtua yang sukses percaya akan pencegahan dan perencanaan. Mereka lebih proaktif, bukannya reaktif. Dalam buku ini, Anda akan mempelajari beberapa strategi yang membantu Anda menjadi lebih proaktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar