Anak balita juga sering berbeda pendapat, berbeda pandangan, dan berbeda
pemahaman dengan saudaranya. Baik sang kakak, maupun adik. Tidak heran kalau ia
sepertinya senang mengajak bertengkar. Apalagi sifat mau menang sendirinya
masih kuat sehingga sulit diberi pengertian.
Pertengkaran ini dipengaruhi pula oleh kondisi emosi anak saat itu. Jika
sedang kesal, capek, kecewa, dia jadi agak sensitif. Kesenggol sedikit saja
tubuhnya bisa membuat si kecil marah. Bisa juga ketika si kakak bermaksud
membenahi mainan si adik, tiba-tiba si adik marah karena menganggap kakak
mengambil mainannya. Akhirnya bertengkarlah mereka.
