Memperbaiki Kenakalan Remaja dengan Time Out (Penyetrapan)


“Time out” (menyetrap) merupakan salah satu cara yang bisa digunakan orangtua untuk menghentikan perilaku anak yang tidak dikehendaki. Meskipun penyetrapan bisa dikatakan termasuk jenis hukuman, orangtua tidak perlu mengkhawatirkan bahwa hukuman ini akan membawa trauma psikologis ataupun membawa dampak negatif bagi relasi orangtua dan anak. Jauh lebih baik orangtua menggunakan hukuman penyetrapan daripada menggunakan hukuman fisik untuk menghentikan perilaku anak yang tidak dikehendaki.  
Yang dimaksud dengan penyetrapan adalah mengisolasi (menyendirikan) anak dalam suatu ruang atau tempat selama waktu tertentu. Anak ‘dikeluarkan’ dari aktivitas sosial (aktivitas bersama orang lain) yang sebelumnya sedang ia nikmati, dan diperintahkan untuk tinggal menyendiri. Dalam rentang waktu yang sudah ditentukan, anak tidak diajak bicara oleh siapapun juga dan tidak mendapatkan perhatian apapun, dengan kata lain, anak mengalami pengasingan komunikasi. 
 Penyetrapan efektif untuk mengatasi perilaku anak yang bermasalah, di antaranya adalah perilaku agresif (suka memukul atau menyakiti orang lain). Penyetrapan ampuh karena penyetrapan memberi Anda sebuah alat untuk mendukung apa yang Anda katakan. Penyetrapan adalah teknik mengajar. Penyetrapan merupakan hukuman ringan yang dapat Anda lakukan dengan cepat dan gampang. Penyetrapan itu sangat ampuh bila dilakukan pada anak-anak berumur dua hingga duabelas tahun.
Gunakan penyetrapan dengan tegas dan terencana. Jangan menggunakan secara impulsif. Penyetrapan harus menjadi bagian dari sebuah rencana menyeluruh untuk memperbaiki perilaku anak-anak Anda. Tanpa penekanan yang positif, penggunaan penyetrapan tidak akan manjur. Penyetrapan tidak akan menghasilkan suatu perubahan yang langgeng. Penyetrapan menjadi bentuk lain hukuman yang akan ditolerir oleh anak Anda.

Cara Melakukan Penyetrapan
Penyetrapan harus dijalankan segera setelah anak melanggar larangan Anda atau melakukan perilaku buruk yang telah Anda larang sebelumnya. Katakan kepada anak perilaku mana yang membuatnya harus menjalani hukuman penyetrapan. Lalu perintahkan anak untuk pergi menuju tempat penyetrapan dan tinggal di sana selama menit yang Anda tentukan. Apabila anak tidak mau pergi ke tempat tersebut dengan sukarela, Anda bisa mengangkatnya atau menuntunnya ke tempat itu.
Mengingat anak-anak cenderung lebih patuh ketika merasa diperlakukan orangtua dengan adil, sebaiknya orangtua mengizinkan anak untuk mengetahui kapan waktu penyetrapannya berakhir. Caranya yaitu dengan menyediakan jam di dekat anak sehingga anak bisa melihat kapan jam menunjukkan berakhirnya waktu penyetrapan sehingga saat itu ia bisa bebas. Seandainya Anda mempunyai timer atau penghitung waktu mundur, lebih baik (fasilitas ini biasanya tersedia di dalam handphone). Setelah Anda menyetelnya, letakkan timer atau penghitung waktu mundur tersebut di dekat anak berada sehingga anak bisa mendengar ketika timer berbunyi.

Memilih Tempat Penyetrapan yang Baik
Tempat penyetrapan itu haruslah tempat yang dapat membuat anak Anda bosan. Setelah anak-anak Anda belajar prosedur-prosedur penyetrapan yang Anda lakukan, lambat laun Anda akan menjadi lebih yakin.penyetrapan memang layak direncanakan dan dipersiapkan. Tempat penyetrapan itu harus benar-benar aman.
Ruang untuk penyetrapan tidak perlu tertutup. Anak bisa dihukum penyetrapan dengan hanya disuruh duduk di kursi di sudut ruangan, atau duduk di tangga. Apabila anak patuh menaati perintah orangtua untuk tinggal diam di tempat, orangtua sesungguhnya tidak perlu mengunci ruang. Akan tetapi, apabila anak keluar mengikuti orangtua, orangtua bisa mengunci ruang (jika demikian, sebaiknya orangtua memberikan peringatan terlebih dahulu).
Hati-hati bila menyetrap anak dengan menyuruhnya masuk ke kamar, jangan sampai kamarnya gelap. Dikhawatirkan anak akan trauma. Misal, kalau selama ini ia takut gelap, maka menyetrapnya di kamar yang gelap hanya akan membuatnya semakin ketakutan. Jadi, bukannya ia 'menikmati' hukumannya, tapi sudah panik duluan. Nah, ini, kan enggak efektif.
Tapi jangan pula ia disetrap di kamar yang banyak mainannya karena ia malah akan senang dihukum seperti itu. Bukankah di kamar itu ia bisa bebas bermain dan asyik sendiri? Ingat, lho, inti dari hukuman ada 2 hal, yaitu memberikan sesuatu yang enggak enak atau mengambil sesuatu yang enak darinya. Nah, kalau ia dihukum di kamar yang banyak mainnya sama juga dengan memberinya yang enak, kan?
Juga tak disarankan menyetrap anak di kamar mandi karena lebih banyak bahayanya. Misal, anak terpeleset dan kepalanya terbentur tanpa kita mengetahui. Tentunya kita tak ingin si kecil mengalami bahaya, kan? Jadi, pilihlah tempat penyetrapan di tempat yang bisa membuatnya bosan dan merasakan bahwa ia dihukum. Misal, menyetrapnya berdiri atau duduk di pojok atau di lorong.

Waktu Menyetrap yang Baik
Mengenai waktu menyetrap, tak ada patokan pasti karena tiap anak akan berbeda-beda. Pokoknya, jangan terlalu lama. "Lima menit pun sebenarnya sudah cukup lama bagi anak usia ini untuk berdiam diri, tak boleh melakukan apa-apa." Ingat, lho, anak pada dasarnya senang bermain dan bergerak. Apalagi buat anak yang modelnya hiperaktif, "5 menit saja diminta diam di pojok sudah terasa menghukum sekali."
Selain itu, kalau kelamaan, anak juga sudah mulai memunculkan mekanisme pertahanan dirinya. Pertahanan diri manusia itu, kan, akan bekerja bila dirinya sudah sampai dalam posisi tak nyaman. Bukankah kalau kita kelamaan merasa tak nyaman, kita akan mencari-cari cara untuk menyenangkan diri?
Nah, begitu juga anak. Ia akan cari-cari cara untuk menghabiskan waktu hukumannya; entah dengan melamun, memainkan kancing baju, asyik memperhatikan iring-iringan semut, dan sebagainya. Akhirnya, ia enggak merasa dihukum lagi tapi asyik sendiri, kan? Berarti hukuman itu tak lagi ada gunanya. Jangan lupa, hukuman akan efektif bila dirasakan tak enak oleh anak.
 Berapa lama anak Anda sebaiknya disetrap tergantung pada tiga faktor. Faktor pertama adalah umur anak Anda. Bersikaplah konsisten soal waktu tersebut meskipun anak kecil tidak selalu paham dengan konsep waktu. Dua menit saja sudah cukup untuk anak yang masih kecil (usia di bawah 5 tahun). Untuk anak yang lebih besar, waktu penyetrapan bisa berkisar antara 5-10 menit.
Faktor kedua adalah seriusnya kenakalan itu. Atasilah kebanyakan kenakalan secara merata. Faktor ketiga adalah seberapa jauh anak Anda mau bekerjasama. Bersikap tidak mau bekerjasama akan menyebabkan penyetrapan diperpanjang.


Kenakalan yang Diprioritaskan
Perilaku nakal yang mendapat prioritas adalah tindakan tertentu yang Anda anggap tidak pantas atau menimbulkan masalah. Kenakalan yang diprioritaskan yang Anda pilih haruslah spesifik, seperti berkelahi. Kalau perilaku negatif yang diprioritaskan terjadi, katakanlah kepada anak Anda yang telah dilakukannya dan hukumlah ia.

Menjelaskan Penyetrapan Kepada Anak
Pemilihan waktu dan pertimbangan sangatlah penting. Jangan mencoba menjelaskan penyetrapan segera setelah suatu ledakan amarah. Jelaskan bahwa penyetrapan itu adalah sesuatu yang dapat membantunya untuk bertingkah dan membuat keputusan yang lebih baik. Kalau Anda sudah bisa menduga bahwa si anak ada kemungkinan tidak mau bekerjasama, jelaskan akibat tindakannya itu secara lebih mendetil. Jangan mengacuhkan setiap komentar negatif yang diucapkan anak Anda ketika Anda sedang menjelaskan penyetrapan itu. Jangan mengharapkan antusiasme.


Apa Perlu Dikatakan Bila Penyetrapan Selesai
Anda tidak perlu marah-marah, mengomel, atau menasihati anak dengan kalimat yang panjang-panjang saat menghukum anak dengan penyetrapan, karena anak telah mengerti bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah perbuatan yang Anda larang, sebab sebelum memberlakukan penyetrapan, Anda seharusnya sudah pernah memberitahu anak bahwa perbuatan tersebut Anda larang. Saat memerintahkan anak untuk penyetrapan, orangtua cukup berkata, “Kamu tidak semestinya ...”, atau “Kamu tidak boleh...”, cukup satu-dua kalimat saja untuk memberitahukan alasan mengapa anak harus menjalani penyetrapan.
Seandainya Anda masih tetap ingin memberinya nasihat, lakukan pada saat sesudah penyetrapan berakhir, atau malam hari ketika Anda mengajak anak melihat kembali bagaimana tingkah lakunya hari itu. Nasihat lebih baik diberikan pada saat anak merasa santai sehingga anak bisa bersikap terbuka terhadap nasihat tersebut. Hindari mengajak bicara atau menanggapi bicara anak saat penyetrapan. Oleh karena sifat hukuman penyetrapan adalah menarik anak keluar dari kegembiraan aktivitas sosialnya, maka selama menjalani penyetrapan, anak jangan diajak bicara oleh siapapun juga.
Untuk banyak kenakalan, setelah Anda menyelesaikan penyetrapannya, mulailah segala sesuatunya seakan-akan tak ada apa-apa. Waktu untuk menjelaskan mana yang baik dan yang benar adalah nanti, kalau anak Anda mudah menerimanya.

Penyetrapan Bisa Lebih Berhasil Bila Anda Membuat Diagram Penyetrapan
Buatlah catatan atau diagram tentang penyetrapan anak Anda. Pembuatan diagram akan membantu Anda untuk bersikap konsisten. Diagram sangat penting karena laju perbaikan masing-masing anak berbeda-beda. Kadang-kadang penyetrapan meningkat karena Anda sedang mengalami hari yang buruk. Bisa saja Anda membiarkan anak-anak Anda lolos dengan sedikit lebih banyak perilaku negatif daripada biasanya. Anda tidak konsisten seperti seharusnya. Bisa jadi fokus Anda hanya pada perilaku uang negatif.
Penyetrapan berkurang efektivitasnya apabila terlalu sering digunakan. Oleh karena itu, gunakan metode ini seperlunya saja. Untuk perilaku-perilaku yang tidak terlalu membutuhkan penanganan segera (tidak membahayakan orang lain, misalnya), orangtua bisa menggunakan metode mengabaikan saja. Sebagai contoh, ketika orangtua melihat anak memukul temannya dalam usaha merebut mainan, dan menurut perkiraan orangtua, anak akan memukul lagi, maka orangtua bisa segera memberlakukan penyetrapan. Sementara itu, ketika anak memukul-mukul ayah karena tidak dituruti keinginannya untuk membeli es krim, sang ayah bisa mengabaikan perilaku tersebut.

“Ayo saja, aku suka kok disetrap”
Banyak anak yang pandai membuat ungkapan-ungkapan seperti itu. Boleh jadi benar. Abaikan saja ungkapan-ungkapan semacam ini walaupun tidak mudah. Jangan terjebak percaya pada apa yang dikatakan anak Anda.

Bagaimana Bila Tidak Ada Perbaikan?
Ini hanya berarti bahwa tidak ada perbaikan sampai sekarang. Pada kebanyakan orangtua, penyebab penyetrapan tidak berhasil adalah karena mereka tidak sabaran. Gunakan penyetrapan sebagai bagian dari sebuah rencana menyeluruh. Curahkan lebih banyak energi pada hal-hal yang positif daripada negatif. Jika Anda hanya memusatkan perhatian pada kenakalan, penyetrapan tidak akan terlalu ampuh.

Menghadapi Anak yang Tidak Mau Disetrap

Berilah waktu semenit kepada anak Anda untuk berfikir

Kadang-kadang, anak-anak membuat keputusan-keputusan yang buruk. Beri mereka satu menit untuk berpikir. Ada kemungkinan mereka sadar bahwa sepuluh menit disetrap lebih baik daripada tawar menawar berlama-lama.

Ambilah “hartanya”
Jika anak Anda menolak untuk dihukum setelah perintah Anda yang kedua, tibalah waktunya untuk mengambil sesuatu yang disukainya. Ambillah hak istimewa dari kegiatan atau permainan yang paling disukai anak Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar