“Time out” (menyetrap) merupakan salah satu cara yang bisa digunakan orangtua untuk
menghentikan perilaku anak yang tidak dikehendaki. Meskipun penyetrapan bisa dikatakan termasuk jenis
hukuman, orangtua tidak perlu mengkhawatirkan bahwa hukuman ini akan membawa
trauma psikologis ataupun membawa dampak negatif bagi relasi orangtua dan anak.
Jauh lebih baik orangtua menggunakan hukuman penyetrapan daripada
menggunakan hukuman fisik untuk menghentikan perilaku anak yang tidak
dikehendaki.
Yang dimaksud dengan penyetrapan
adalah mengisolasi (menyendirikan) anak dalam suatu ruang atau tempat selama
waktu tertentu. Anak ‘dikeluarkan’ dari aktivitas sosial (aktivitas bersama
orang lain) yang sebelumnya sedang ia nikmati, dan diperintahkan untuk tinggal
menyendiri. Dalam rentang waktu yang sudah ditentukan, anak tidak diajak bicara
oleh siapapun juga dan tidak mendapatkan perhatian apapun, dengan kata lain,
anak mengalami pengasingan komunikasi.
Gunakan penyetrapan dengan tegas dan terencana.
Jangan menggunakan secara impulsif. Penyetrapan harus menjadi bagian dari
sebuah rencana menyeluruh untuk memperbaiki perilaku anak-anak Anda. Tanpa
penekanan yang positif, penggunaan penyetrapan tidak akan manjur. Penyetrapan
tidak akan menghasilkan suatu perubahan yang langgeng. Penyetrapan menjadi
bentuk lain hukuman yang akan ditolerir oleh anak Anda.
Cara Melakukan Penyetrapan
Penyetrapan harus
dijalankan segera setelah anak melanggar larangan Anda atau melakukan perilaku
buruk yang telah Anda larang sebelumnya. Katakan kepada anak perilaku mana yang
membuatnya harus menjalani hukuman penyetrapan. Lalu perintahkan anak untuk pergi menuju tempat penyetrapan dan tinggal di sana
selama menit yang Anda tentukan. Apabila anak tidak mau pergi ke tempat
tersebut dengan sukarela, Anda bisa mengangkatnya atau menuntunnya ke tempat
itu.
Mengingat anak-anak cenderung
lebih patuh ketika merasa diperlakukan orangtua dengan adil, sebaiknya orangtua
mengizinkan anak untuk mengetahui kapan waktu penyetrapannya berakhir. Caranya yaitu
dengan menyediakan jam di dekat anak sehingga anak bisa melihat kapan jam
menunjukkan berakhirnya waktu penyetrapan sehingga saat itu ia bisa bebas. Seandainya Anda mempunyai timer
atau penghitung waktu mundur, lebih baik (fasilitas ini biasanya tersedia di
dalam handphone). Setelah Anda menyetelnya, letakkan timer atau
penghitung waktu mundur tersebut di dekat anak berada sehingga anak bisa
mendengar ketika timer berbunyi.
Memilih Tempat Penyetrapan
yang Baik
Tempat penyetrapan itu haruslah tempat yang dapat
membuat anak Anda bosan. Setelah anak-anak Anda belajar prosedur-prosedur
penyetrapan yang Anda lakukan, lambat laun Anda akan menjadi lebih
yakin.penyetrapan memang layak direncanakan dan dipersiapkan. Tempat
penyetrapan itu harus benar-benar aman.
Ruang untuk penyetrapan tidak perlu tertutup.
Anak bisa dihukum penyetrapan
dengan hanya disuruh duduk di kursi di sudut ruangan, atau duduk di tangga.
Apabila anak patuh menaati perintah orangtua untuk tinggal diam di tempat,
orangtua sesungguhnya tidak perlu mengunci ruang. Akan tetapi, apabila anak
keluar mengikuti orangtua, orangtua bisa mengunci ruang (jika demikian,
sebaiknya orangtua memberikan peringatan terlebih dahulu).
Hati-hati bila menyetrap anak dengan menyuruhnya masuk ke kamar, jangan
sampai kamarnya gelap. Dikhawatirkan anak akan trauma. Misal, kalau selama ini
ia takut gelap, maka menyetrapnya di kamar yang gelap hanya akan membuatnya
semakin ketakutan. Jadi, bukannya ia 'menikmati' hukumannya, tapi sudah panik
duluan. Nah, ini, kan enggak efektif.
Tapi jangan pula ia disetrap di kamar yang banyak mainannya karena ia malah
akan senang dihukum seperti itu. Bukankah di kamar itu ia bisa bebas bermain
dan asyik sendiri? Ingat, lho, inti dari hukuman ada 2 hal, yaitu memberikan
sesuatu yang enggak enak atau mengambil sesuatu yang enak darinya. Nah, kalau
ia dihukum di kamar yang banyak mainnya sama juga dengan memberinya yang enak,
kan?
Juga tak disarankan menyetrap anak di kamar mandi karena lebih banyak
bahayanya. Misal, anak terpeleset dan kepalanya terbentur tanpa kita
mengetahui. Tentunya kita tak ingin si kecil mengalami bahaya, kan? Jadi,
pilihlah tempat penyetrapan di tempat yang bisa membuatnya bosan dan merasakan
bahwa ia dihukum. Misal, menyetrapnya berdiri atau duduk di pojok atau di
lorong.
Waktu Menyetrap yang Baik
Mengenai waktu menyetrap, tak ada patokan pasti karena tiap anak akan
berbeda-beda. Pokoknya, jangan terlalu lama. "Lima menit pun sebenarnya
sudah cukup lama bagi anak usia ini untuk berdiam diri, tak boleh melakukan
apa-apa." Ingat, lho, anak pada dasarnya senang bermain dan bergerak.
Apalagi buat anak yang modelnya hiperaktif, "5 menit saja diminta diam di
pojok sudah terasa menghukum sekali."
Selain itu, kalau kelamaan, anak juga sudah mulai memunculkan mekanisme
pertahanan dirinya. Pertahanan diri manusia itu, kan, akan bekerja bila dirinya
sudah sampai dalam posisi tak nyaman. Bukankah kalau kita kelamaan merasa tak
nyaman, kita akan mencari-cari cara untuk menyenangkan diri?
Nah, begitu juga anak. Ia akan cari-cari cara untuk menghabiskan waktu
hukumannya; entah dengan melamun, memainkan kancing baju, asyik memperhatikan
iring-iringan semut, dan sebagainya. Akhirnya, ia enggak merasa dihukum lagi
tapi asyik sendiri, kan? Berarti hukuman itu tak lagi ada gunanya. Jangan lupa,
hukuman akan efektif bila dirasakan tak enak oleh anak.
Berapa lama
anak Anda sebaiknya disetrap tergantung pada tiga faktor. Faktor pertama adalah
umur anak Anda. Bersikaplah konsisten soal waktu tersebut meskipun anak kecil
tidak selalu paham dengan konsep waktu. Dua menit saja sudah cukup untuk anak yang masih kecil (usia di bawah 5
tahun). Untuk anak yang lebih besar, waktu penyetrapan bisa berkisar antara
5-10 menit.
Faktor kedua adalah seriusnya kenakalan itu.
Atasilah kebanyakan kenakalan secara merata. Faktor ketiga adalah seberapa jauh
anak Anda mau bekerjasama. Bersikap tidak mau bekerjasama akan menyebabkan
penyetrapan diperpanjang.
Kenakalan yang Diprioritaskan
Perilaku nakal yang mendapat prioritas adalah
tindakan tertentu yang Anda anggap tidak pantas atau menimbulkan masalah.
Kenakalan yang diprioritaskan yang Anda pilih haruslah spesifik, seperti
berkelahi. Kalau perilaku negatif yang diprioritaskan terjadi, katakanlah
kepada anak Anda yang telah dilakukannya dan hukumlah ia.
Menjelaskan Penyetrapan Kepada
Anak
Pemilihan waktu dan pertimbangan sangatlah penting.
Jangan mencoba menjelaskan penyetrapan segera setelah suatu ledakan amarah.
Jelaskan bahwa penyetrapan itu adalah sesuatu yang dapat membantunya untuk
bertingkah dan membuat keputusan yang lebih baik. Kalau Anda sudah bisa menduga
bahwa si anak ada kemungkinan tidak mau bekerjasama, jelaskan akibat
tindakannya itu secara lebih mendetil. Jangan mengacuhkan setiap komentar negatif
yang diucapkan anak Anda ketika Anda sedang menjelaskan penyetrapan itu. Jangan
mengharapkan antusiasme.
Apa Perlu Dikatakan Bila
Penyetrapan Selesai
Anda tidak perlu marah-marah,
mengomel, atau menasihati anak dengan kalimat yang panjang-panjang saat
menghukum anak dengan penyetrapan, karena anak telah mengerti bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah
perbuatan yang Anda larang, sebab sebelum memberlakukan penyetrapan, Anda seharusnya sudah pernah
memberitahu anak bahwa perbuatan tersebut Anda larang. Saat memerintahkan anak
untuk penyetrapan, orangtua cukup berkata, “Kamu tidak semestinya ...”, atau “Kamu tidak
boleh...”, cukup satu-dua kalimat saja untuk memberitahukan alasan mengapa anak
harus menjalani penyetrapan.
Seandainya Anda masih tetap
ingin memberinya nasihat, lakukan pada saat sesudah penyetrapan berakhir, atau malam hari ketika Anda mengajak anak
melihat kembali bagaimana tingkah lakunya hari itu. Nasihat lebih baik
diberikan pada saat anak merasa santai sehingga anak bisa bersikap terbuka
terhadap nasihat tersebut. Hindari mengajak bicara atau menanggapi bicara
anak saat penyetrapan. Oleh karena sifat hukuman penyetrapan adalah menarik anak keluar dari kegembiraan aktivitas
sosialnya, maka selama menjalani penyetrapan, anak jangan diajak bicara
oleh siapapun juga.
Untuk banyak kenakalan, setelah Anda menyelesaikan
penyetrapannya, mulailah segala sesuatunya seakan-akan tak ada apa-apa. Waktu
untuk menjelaskan mana yang baik dan yang benar adalah nanti, kalau anak Anda
mudah menerimanya.
Penyetrapan Bisa Lebih
Berhasil Bila Anda Membuat Diagram Penyetrapan
Buatlah catatan atau diagram tentang penyetrapan
anak Anda. Pembuatan diagram akan membantu Anda untuk bersikap konsisten.
Diagram sangat penting karena laju perbaikan masing-masing anak berbeda-beda.
Kadang-kadang penyetrapan meningkat karena Anda sedang mengalami hari yang
buruk. Bisa saja Anda membiarkan anak-anak Anda lolos dengan sedikit lebih
banyak perilaku negatif daripada biasanya. Anda tidak konsisten seperti
seharusnya. Bisa jadi fokus Anda hanya pada perilaku uang negatif.
Penyetrapan berkurang efektivitasnya apabila terlalu sering digunakan.
Oleh karena itu, gunakan metode ini seperlunya saja. Untuk perilaku-perilaku
yang tidak terlalu membutuhkan penanganan segera (tidak membahayakan orang
lain, misalnya), orangtua bisa menggunakan metode mengabaikan saja. Sebagai
contoh, ketika orangtua melihat anak memukul temannya dalam usaha merebut
mainan, dan menurut perkiraan orangtua, anak akan memukul lagi, maka orangtua
bisa segera memberlakukan penyetrapan. Sementara itu, ketika anak memukul-mukul ayah karena tidak dituruti
keinginannya untuk membeli es krim, sang ayah bisa mengabaikan perilaku
tersebut.
“Ayo saja, aku suka kok
disetrap”
Banyak anak yang pandai membuat ungkapan-ungkapan
seperti itu. Boleh jadi benar. Abaikan saja ungkapan-ungkapan semacam ini
walaupun tidak mudah. Jangan terjebak percaya pada apa yang dikatakan anak
Anda.
Bagaimana Bila Tidak Ada
Perbaikan?
Ini hanya berarti bahwa tidak ada perbaikan sampai
sekarang. Pada kebanyakan orangtua, penyebab penyetrapan tidak berhasil adalah
karena mereka tidak sabaran. Gunakan penyetrapan sebagai bagian dari sebuah
rencana menyeluruh. Curahkan lebih banyak energi pada hal-hal yang positif
daripada negatif. Jika Anda hanya memusatkan perhatian pada kenakalan,
penyetrapan tidak akan terlalu ampuh.
Menghadapi Anak yang Tidak Mau Disetrap
Berilah waktu semenit kepada anak
Anda untuk berfikir
Kadang-kadang, anak-anak membuat
keputusan-keputusan yang buruk. Beri mereka satu menit untuk berpikir. Ada
kemungkinan mereka sadar bahwa sepuluh menit disetrap lebih baik daripada tawar
menawar berlama-lama.
Ambilah “hartanya”
Jika anak Anda menolak untuk dihukum setelah
perintah Anda yang kedua, tibalah waktunya untuk mengambil sesuatu yang
disukainya. Ambillah hak istimewa dari kegiatan atau permainan yang paling
disukai anak Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar